Berita  

Jakarta untuk Dunia: Pemprov DKI Ingin Kantor ASEAN Dibuka untuk Umum

Sebagai ibu kota yang berkembang menjadi kota global, DKI Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai pusat diplomasi internasional di Asia Tenggara. Salah satu langkah terbaru yang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membuka akses Kantor Sekretariat ASEAN untuk umum. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan kerja sama internasional dengan masyarakat lokal.

Dengan menjadikan Kantor ASEAN lebih terbuka, Pemprov ingin menciptakan rasa memiliki sekaligus memberikan edukasi publik tentang pentingnya peran ASEAN dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan kawasan.

Integrasi Ruang Diplomasi dan Ruang Publik

Tak hanya soal keterbukaan, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi tata ruang kota. Pemprov DKI Jakarta mengusulkan agar area sekitar Kantor Sekretariat ASEAN—yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan—didesain ulang agar lebih ramah publik. Rencana tersebut mencakup pembangunan dan penataan taman-taman kota seperti Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.

Dengan cara ini, Pemprov ingin menciptakan zona integrasi antara diplomasi dan masyarakat, di mana aktivitas luar ruang dapat berdampingan dengan pusat kerja sama regional.

Transportasi Publik Terhubung ke Jantung ASEAN

Transisi menuju kota yang inklusif tidak akan lengkap tanpa sistem transportasi yang terintegrasi. Oleh karena itu, Pemprov juga berencana menghubungkan Kantor Sekretariat ASEAN dengan jaringan MRT Jakarta. Akses mudah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak kunjungan, baik dari warga lokal maupun wisatawan internasional.

Selain itu, langkah ini sejalan dengan visi Jakarta menjadi kota berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Edukasi dan Diplomasi untuk Generasi Muda

Dengan dibukanya kantor ASEAN untuk publik, pelajar dan mahasiswa akan mendapatkan akses langsung untuk belajar tentang peran ASEAN secara nyata. Ruang ini bisa dimanfaatkan untuk pameran, forum publik, diskusi kebudayaan, hingga program edukatif lainnya. Pemprov berharap, kehadiran masyarakat di ruang diplomatik ini dapat menumbuhkan pemahaman lebih luas tentang pentingnya kerja sama antarnegara.

Lebih jauh lagi, ini menjadi bentuk diplomasi rakyat (people-to-people diplomacy) yang memperkuat hubungan antarwarga negara di kawasan Asia Tenggara.

Menuju Jakarta Sebagai Kota Global

Langkah Pemprov ini menunjukkan bahwa Jakarta tengah serius bertransformasi dari sekadar ibu kota nasional menjadi pusat kegiatan global. Pembukaan akses Kantor ASEAN bukan hanya simbol keterbukaan, melainkan juga undangan bagi masyarakat untuk turut serta dalam proses internasionalisasi kota.

Dengan mengedepankan kolaborasi, ruang terbuka, dan akses publik yang adil, Jakarta menunjukkan bahwa diplomasi tidak harus eksklusif. Sebaliknya, ia bisa menjadi bagian dari keseharian masyarakat kota modern.