Banjarmasin: Kota Seribu Sungai Berjuang Melawan Banjir dan Pembangunan

Banjarmasin: Kota Seribu Sungai Berjuang Melawan Banjir dan Pembangunan

Pembukaan

Banjarmasin, kota yang dijuluki "Kota Seribu Sungai," adalah permata Kalimantan Selatan yang kaya akan budaya dan sejarah. Dikenal dengan pasar terapungnya yang ikonik, kehidupan masyarakatnya yang lekat dengan sungai, dan keramahannya, Banjarmasin selalu menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di balik pesonanya, kota ini menghadapi tantangan serius, terutama masalah banjir yang kerap melanda dan dampak pembangunan yang pesat. Artikel ini akan membahas situasi terkini Banjarmasin, menyoroti isu-isu penting, dan mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk menjaga kota ini tetap lestari.

Isi

Banjir: Ancaman yang Terus Menghantui

Banjir adalah masalah klasik yang terus menghantui Banjarmasin. Letak geografis kota yang berada di dataran rendah dan dikelilingi oleh sungai-sungai besar menjadikannya rentan terhadap banjir, terutama saat musim hujan tiba.

  • Faktor Penyebab Banjir:

    • Curah Hujan Tinggi: Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat seringkali melebihi kapasitas drainase kota.
    • Pasang Air Laut: Kenaikan permukaan air laut saat pasang dapat memperparah banjir, terutama di wilayah yang dekat dengan sungai.
    • Kerusakan Lingkungan: Deforestasi di wilayah hulu sungai dan alih fungsi lahan menjadi perumahan atau perkebunan mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air.
    • Drainase yang Buruk: Sistem drainase kota yang kurang memadai dan tidak terawat dengan baik menyebabkan air sulit mengalir dan akhirnya meluap.
    • Pendangkalan Sungai: Sedimentasi dan sampah yang menumpuk di sungai menyebabkan pendangkalan, mengurangi kapasitas sungai untuk menampung air.
  • Dampak Banjir:

    • Kerugian Ekonomi: Banjir menyebabkan kerusakan pada rumah, toko, dan infrastruktur, mengganggu aktivitas ekonomi dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.
    • Krisis Kesehatan: Banjir meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti diare, leptospirosis, dan infeksi kulit.
    • Gangguan Aktivitas Sehari-hari: Banjir menyebabkan jalanan tergenang, mengganggu transportasi, dan memaksa warga untuk mengungsi.
    • Kerusakan Lingkungan: Banjir dapat mencemari sumber air bersih dan merusak ekosistem sungai.

Pembangunan: Antara Kemajuan dan Tantangan

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi, Banjarmasin mengalami pembangunan yang pesat. Pembangunan infrastruktur, perumahan, dan pusat perbelanjaan mengubah wajah kota. Namun, pembangunan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri.

  • Alih Fungsi Lahan: Pembangunan perumahan dan infrastruktur seringkali mengorbankan lahan hijau dan daerah resapan air, memperburuk masalah banjir.
  • Kemacetan Lalu Lintas: Peningkatan jumlah kendaraan bermotor tidak diimbangi dengan pembangunan jalan yang memadai, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
  • Polusi: Pembangunan dan aktivitas industri meningkatkan polusi udara dan air, mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
  • Ketimpangan Sosial: Pembangunan yang tidak merata dapat memperlebar kesenjangan sosial antara masyarakat kaya dan miskin.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Banjarmasin telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah banjir dan dampak pembangunan.

  • Normalisasi Sungai: Pemerintah melakukan normalisasi sungai dengan cara mengeruk sedimentasi dan membersihkan sampah.
  • Pembangunan Drainase: Pemerintah membangun dan memperbaiki sistem drainase kota untuk meningkatkan kapasitasnya.
  • Pengendalian Tata Ruang: Pemerintah memperketat pengendalian tata ruang untuk mencegah alih fungsi lahan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah.
  • Pembangunan Infrastruktur: Pemerintah membangun infrastruktur seperti jalan layang dan jembatan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Selain upaya pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga Banjarmasin tetap lestari.

  • Pengelolaan Sampah: Masyarakat harus membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik.
  • Penanaman Pohon: Masyarakat dapat menanam pohon di lingkungan sekitar untuk meningkatkan daerah resapan air.
  • Partisipasi Aktif: Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah untuk mengatasi masalah banjir dan pembangunan.

Kutipan

"Banjir adalah masalah yang kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat," ujar Ibnu Sina, Walikota Banjarmasin, dalam sebuah kesempatan wawancara.

Data dan Fakta Terbaru

  • Pada tahun 2023, Banjarmasin mengalami banjir besar yang menyebabkan ribuan warga mengungsi dan kerugian mencapai miliaran rupiah.
  • Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan untuk menormalisasi seluruh sungai di kota pada tahun 2025.
  • Jumlah kendaraan bermotor di Banjarmasin meningkat rata-rata 10% per tahun.
  • Tingkat polusi udara di Banjarmasin melebihi ambang batas normal pada beberapa waktu tertentu.

Penutup

Banjarmasin, dengan segala keindahan dan tantangannya, adalah kota yang terus berjuang untuk menjaga kelestariannya. Masalah banjir dan dampak pembangunan yang pesat memerlukan perhatian serius dan solusi yang komprehensif. Upaya pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan Banjarmasin yang lebih baik di masa depan. Mari bersama-sama menjaga "Kota Seribu Sungai" ini agar tetap menjadi permata Kalimantan Selatan yang membanggakan.

Banjarmasin: Kota Seribu Sungai Berjuang Melawan Banjir dan Pembangunan