Makassar Berdenyut: Menelusuri Perkembangan Kota Angin Mammiri di Tengah Dinamika Global
Pembukaan
Makassar, kota yang dikenal dengan julukan "Angin Mammiri", terus berdenyut dalam irama pembangunan dan perubahan. Sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di kawasan timur Indonesia, Makassar menghadapi tantangan dan peluang yang kompleks di tengah dinamika global. Artikel ini akan mengupas berbagai aspek perkembangan terkini di Makassar, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga budaya, dengan tujuan memberikan gambaran komprehensif tentang kota ini.
Isi
1. Infrastruktur: Memacu Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Infrastruktur yang memadai adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Makassar terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi.
- Jalan Tol Layang AP Pettarani: Proyek ini merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar di Makassar, bertujuan untuk mengurangi kemacetan di pusat kota. Jalan tol layang ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas barang dan jasa, serta meningkatkan efisiensi transportasi.
- Pengembangan Pelabuhan Makassar: Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Pelabuhan Makassar terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Pengembangan ini mencakup modernisasi fasilitas, penambahan dermaga, dan peningkatan sistem logistik.
- Bandara Internasional Sultan Hasanuddin: Bandara ini merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan dan pelaku bisnis yang datang ke Makassar. Pengembangan bandara terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang.
Data dan Fakta:
- Volume lalu lintas harian di Jalan AP Pettarani mencapai lebih dari 100.000 kendaraan.
- Pelabuhan Makassar melayani lebih dari 7 juta TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) per tahun.
- Bandara Internasional Sultan Hasanuddin melayani lebih dari 15 juta penumpang per tahun.
Kutipan:
"Pengembangan infrastruktur adalah kunci untuk meningkatkan daya saing Makassar sebagai pusat ekonomi di kawasan timur Indonesia," ujar Walikota Makassar, Danny Pomanto, dalam sebuah kesempatan wawancara.
2. Ekonomi: Diversifikasi Sektor dan Pemberdayaan UMKM
Ekonomi Makassar tidak hanya bergantung pada sektor perdagangan, tetapi juga semakin terdiversifikasi ke sektor-sektor lain seperti pariwisata, perikanan, dan industri kreatif.
- Pariwisata: Makassar memiliki potensi pariwisata yang besar, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner. Pemerintah kota terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan meningkatkan promosi, memperbaiki fasilitas, dan mengembangkan produk-produk wisata baru.
- Perikanan: Sebagai kota pesisir, Makassar memiliki potensi perikanan yang besar. Pemerintah kota berupaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan dengan memberikan pelatihan kepada nelayan, menyediakan fasilitas yang memadai, dan mengembangkan sistem pemasaran yang efektif.
- Industri Kreatif: Industri kreatif di Makassar semakin berkembang pesat, terutama di kalangan generasi muda. Pemerintah kota memberikan dukungan kepada pelaku industri kreatif dengan menyediakan ruang kreatif, memberikan pelatihan, dan memfasilitasi akses ke pasar.
- UMKM: Pemberdayaan UMKM menjadi fokus utama dalam pembangunan ekonomi di Makassar. Pemerintah kota memberikan pelatihan, bantuan modal, dan pendampingan kepada UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha mereka.
Data dan Fakta:
- Sektor pariwisata menyumbang sekitar 10% dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Makassar.
- Sektor perikanan menyumbang sekitar 5% dari PDRB Makassar.
- Jumlah UMKM di Makassar mencapai lebih dari 100.000 unit.
3. Sosial: Menjaga Harmoni dan Meningkatkan Kualitas Hidup
Pembangunan sosial menjadi perhatian penting di Makassar. Pemerintah kota berupaya menjaga harmoni sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
- Pendidikan: Pemerintah kota berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki fasilitas sekolah, dan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi.
- Kesehatan: Pemerintah kota berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan membangun puskesmas dan rumah sakit yang modern, menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.
- Kesejahteraan Sosial: Pemerintah kota berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial dengan memberikan bantuan kepada keluarga miskin, menyediakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa), dan menciptakan lapangan kerja.
- Keamanan dan Ketertiban: Pemerintah kota berupaya menjaga keamanan dan ketertiban dengan meningkatkan patroli, memasang CCTV, dan melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Data dan Fakta:
- Angka partisipasi sekolah di Makassar mencapai lebih dari 95%.
- Angka harapan hidup di Makassar mencapai lebih dari 70 tahun.
- Tingkat kemiskinan di Makassar terus menurun dari tahun ke tahun.
4. Budaya: Melestarikan Tradisi dan Mengembangkan Identitas Kota
Makassar memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari seni tari, musik, hingga kuliner. Pemerintah kota berupaya melestarikan tradisi budaya dan mengembangkan identitas kota sebagai kota yang berbudaya.
- Festival Budaya: Pemerintah kota rutin menggelar festival budaya untuk mempromosikan kekayaan budaya Makassar kepada masyarakat luas. Festival ini menampilkan berbagai seni pertunjukan, pameran kerajinan, dan kuliner khas Makassar.
- Pelestarian Cagar Budaya: Pemerintah kota berupaya melestarikan cagar budaya, seperti Benteng Rotterdam, Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung), dan Makam Raja-Raja Gowa.
- Pengembangan Kuliner: Pemerintah kota mendukung pengembangan kuliner khas Makassar, seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, dan Es Pisang Ijo.
Kutipan:
"Budaya adalah identitas kita. Kita harus melestarikan budaya kita agar tidak hilang ditelan zaman," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Makassar.
Penutup
Makassar terus berbenah dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, diversifikasi ekonomi, peningkatan kualitas sosial, dan pelestarian budaya, Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang modern, sejahtera, dan berbudaya. Tantangan yang dihadapi tentu tidak sedikit, namun dengan kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak, Makassar dapat terus melaju menuju masa depan yang lebih baik. Kota ini, dengan angin mammiri yang selalu berhembus, terus berdenyut dalam irama pembangunan, menjanjikan harapan dan kemajuan bagi seluruh warganya.
![]()













